Wisata

Wisata Alam untuk hidup kita……………..

DATARAN TINGGI DIENG

Dieng berada di ketinggian sekitar dua ribu meter dari atas permukaan laut. Dataran tinggi Dieng, konon merupakan dataran tertinggi kedua setelah Nepal. Kawasan ini kerap diselimuti kabut tebal, dengan suhu dingin yang menusuk tulang.

Banyak peninggalan sejarah yang tak ternilai di kawasan ini, serta segudang potensi alam yang belum tergali. Namun sejumlah masalah juga menggelayuti kawasan ini. Dieng kini seolah terlupakan, bahkan terancam oleh ulah tangan manusia sendiri.

Untuk mencapai kawasan ini, Kami melalui Kabupaten Wonosobo, karena lebih dekat, kendati jalan berliku serta jurang dengan dinding yang terjal di kiri kanan jalan. Saat Kami tiba di lokasi, pemandangan berubah. Jurang dan dinding yang terjal, berganti dengan pemandangan baru.

Dataran tinggi Dieng yang berada di ketinggian 2000 kaki dari permukaan laut ini dikelilingi perbukitan, bagaikan gelang raksasa. Kami seolah berada di dunia yang baru. Dieng memiliki tiga dataran. Konon dataran ini terbentuk, akibat letusan dashyat Gunung Merapi, hingga bagian puncak gunung terlempar.

Suhu sangat dingin dan menusuk tulang. Pada siang hari, dinginnya bisa berkisar antara 10 hingga 20 derajat selsius. Bahkan, pada pagi hari, suhu bisa mencapai titik beku, alias nol derajat celsius. Disini, Kami cukup kesulitan untuk mencari hotel yang layak. Hanya penginapan sederhana namun pelayanannya cukup memuaskan.

Dieng menyimpan sejarah masa lalu. Komplek candi ini dibangun di bekas cekungan sisa kawah. Konon ini merupakan bangunan Hindu tertua di Jawa Tengah yang dibangun sekitar abad ke tujuh, lebih tua dari prambanan yang dibangun pada abad ke delapan.

Ada delapan candi, dengan candi Arjuna yang berada di tengah. Candi ini konon dibangun untuk sebuah kegiatan ritual, karena ada kepercayaan bawa roh-roh leluhur tinggal bersemayam di pegunungan.

Sang arsitek candi ini cukup cerdik, karena membangun candi di dataran tinggi ini tidaklah mudah, harus memperhatikan struktur tanah dan air yang merupakan bagian penting bagi sebuah upacara ritual. Masih ada belasan candi lain yang masih tertimbun tanah dan menunggu untuk digali.

Dieng juga memiliki telaga warna, satu dari tiga telaga. Air di telaga ini kerap memantulkan warna warni, karena kandungan belerang.

Namun sebagian masyarakat disini percaya, bahwa telaga ini adalah tempat permandian para dewa dan dewi, sehingga banyak peziarah yang datang untuk mengharapkan pesugihan. Saat Kami menyusurinya, ada tiga gua di pinggiran telaga. Salah satu adalah gua Semar. Gua ini kerap digunakan untuk bersemedi.

Kami masuk kedalam dan melihat sisa sesaji. Penjaga gua mengatakan, gua ini kabarnya kerap dikunjungi pejabat, bahkan sejumlah mantan presiden. Namun, kini telaga ini tidak lagi berwarna, akibat pembabatan hutan dan perusakan lingkungan.

Dieng boleh dibilang adalah paduan antara keindahan alam dan budaya. Namun Dieng saat ini sedang merana, sebagian kawasan hutan pegunungan ini mulai gundul. Sekali lagi ini akibat ulah manusia yang serakah dengan membuka lahan dengan cara menebas hutan.

sumber : news.indosiar.com

BATURADEN – BANYUMAS, JAWA TEGAH

Kabupaten Banyumas juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata dengan fokus kunjungan wisatawan ke Baturaden.

Jumlah obyek wisata di Banyumas cukup banyak dan beragam, dan pada umumnya mudah di jangkau karena di dukung sarana dan prasarana yang memadai, sampai saat ini, masih ada beberapa obyek wisata yang belum tergarap secara optimal dan membutuhkan investasi untuk pengembangannya.

Lokawisata Baturaden
Lokawisata Baturaden terbentang di sebelah selatan di kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 m diatas permukaan laut. Baturaden terletak hanya 14 km dari Kota Purwokerto yang dihubungkan dengan jalan yang memadai. Di tempat wisata ini Anda dapat menikmati pemandangan indah & udara pegunungan yang segar dengan suhu 18′° Celcius – 25° Celcius. Sedangkan, Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 m, merupakan gunung berapi terbesar dan gunung tertinggi ke-2 di Jawa. Jika cuacanya bagus, Kota Purwokerto dapat terlihat dari Baturaden, begitu juga dengan Cilacap dan Nusa Kambangan Ketika kita melihat gunung Slamet, kita dapat melihat lereng gunung Slamet yang ditutupi oleh hutan Heterogen.

Wana Wisata
Terletak 2 km dari lokawisata Baturaden. Di tempat ini dapat dinikmati keindahan alam hutan dilengkapi dengan tempat perkemahan yang dapat menampung 1000 tenda. Ditempat ini juga terdapat cagar alam dan pembibitan tanaman produksi seperti cemara, pinus, dan sebagainya.

Pancuran 3 (Telu)
Air panas yang mengandung belerang sangat diminati wisatawan, selain kehangatan juga khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan tulang.

Pancuran 7 (Pitu)
Terletak 2,5 km dari Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyuguhkan keindahan alam dan hutan yang didukung dengan adanya Pancuran 7 sebagai tempat wisata husada.

Goa Sarabadak
Beranjak dari pancuran 7 menelusuri jalan setapak wisatawan dapat menikmati kesegaran air hangat dan dingin di Goa Sarabadak, dengan bebatuan warna keemasan yang menajubkan.

Telaga Sunyi
Telaga Sunyi terletak +/- 3 km di sebelah Timur Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyajikan telaga yang indah dan berair dingin, dan pada musim-musim tertentu dapat dijumpai aneka warna kupu-kupu dan capung yang beterbangan di sekitar telaga.

Curug Cipendok
Terletak di desa Karang Tengah kecamatan Cilingok, kurang lebih 25 km dari kota Purwokerto. Obyek wisata alam ini berupa air terjun dengan ketinggian 92 m yang dikelilingi pemandangan alam dan hutan yang indah.

Curug_Ceheng
Terletak di kecamatan Sumbang 8 km dari kota Purwokerto. Obyek wisata ini menampilkan keindahan air terjun yang diselingi dengan maraknya satwa lawa yang beterbangan.

Pemandian KaliBacin
Terletak di Desa Tambak Negara kecamatan Rawalo 17 km dari Purwokerto. Objek wisata ini merupakan peninggalan sejarah jaman Belanda terbukti dengan prasastinya. Dikenal dengan nama Wisata Husada, karena wisatawan disamping dapat menikmati keindahan alamnya sekaligus dapat menyembuhkan penyakit kulit dan tulang.

Museum BRI
Museum Uang BRI adalah satu-satunya museum perbankan di Indonesia yang berada di Purwokerto. Bank Rakyat Indonesia untuk pertama kali didirikan oleh : Raden Aria Wirjaatmadja tahun 1895 dengan Nama : De Purwokertche Hulp en Spaarbank der Inlandche Bestuurs Ambtenaren.

sumber : http://students.ukdw.ac.id/~22012607/wisata.html